Thursday, March 14, 2013

Kriteria Ayam Kampung Asli Siap Jual

Ternakayamkampung.com - Musim penghujan masih belum berlalu namun permintaan daging ayam pun terus berdatangan. Seperti masa suram peternak biasanya di bulan Februari - April adalah masa sulit dalam penjualan. Dikarenakan sepinya pasokan daging dari peternak serta kebutuhan daging untuk bulan tersebut mengalami penurunan. Entah pengaruh musim penghujan mengakibatkan panen ternak mengalami kegagalan tinggi atau para peternak menerapkan strategi penjualan dengan menjual pada bulan Mei-Juli (masa liburan sekolah) atau karena sebab tertentu.Untuk itu kami ingin mengulas kategori ayam kampung asli siap panen siap jual atau siap dipasarkan.

1. Ayam Kampung Siap Panen
Banyak diantara member di facebook page kami bertanya "Bagaimana kriteria ayam siap jual?" rupanya banyak diantara peternak pelaku peluang usaha ternak ayam kampung pemula (sepeti saya) belum mengetahui dengan pasti ukuran ayam kampung untuk diambil dagingnya. Untuk itu berikut kriteria terbanyak dari peminat ayam kampung asli berdasarkan segmentasi pasar kami :
A. Restourant
Ukuran mulai 700 gr atau 7 ons (kondisi hidup). Biasanya setelah dipotong ayam akan mengalami penurunan berat karena diambil bulu serta dibersihkan bagian-bagian dalam seperti usus, ampla, dan bagian-bagian lain sehingga menjadi 0,5 kg utuh.

Ukuran 2 1200 gr atau 1,2 kg (kondisi hidup). Biasanya setelah dipotong ayam akan susut pula dengan pengurangan sekitar 200 gr atau 2 ons sehingga menjadi 1 kg utuh.

Kelas restourant biasanya lebih selektif dalam menerima hasil panen. Jadi biasanya para chef atau pihak manajemen meminta ukuran tepat serta seragam.

B. Hotel/Hostel
Melihat sangat beragamnya keinginan konsumen mulai dari lokal maupun internasional, rata2 menu yang dijasikan beragam. Tak terkecuali hotel yang menggunakan menu ayam kampung. Rata-rata menggunakan ayam dengan umur 5 bulan ke atas (dara) dengan estimasi hasil daging yaitu 1 kg (hanya daging/fillet). Untuk itu pemeliharaan berlangsung paling sedikitnya membutuhkan waktu 5-6 bulan. Konsumen kami seperti di edu hostel merupakan peminat dengan ukuran ayam seperti ini.

C. Rumah Makan
Memang kelas rumah makan tidak selalu meminta bobot serta ukuran seragam. Hanya mengandalkan utusan pemilik rumah makan untuk memilih kategori ayam siap potong. Biasanya rumah makan seperti ayam kampung goreng menerapkan sistem cakupan kedua tangan orang dewasa. Bila tidak menenuhi atau kurang biasanya tidak diambil. Namun apabila kelebihan sedikit tidak jadi masalah. Penerapan sistem cakupan tangan ini diterapkan oleh rumah makan Pak Parman. (Jl. Kaliurang km. 8.5 Yogyakarta)

D. Pengepul dan tengkulak ayam
Ukuran pengepul biasanya meminta kondisi hidup yaitu bobot antara 5 ons - 2 kg. Mereka biasanya mengumpulkan dari beberapa peternak kemudian mendistributorkan ke pedagang ayam atau pengepul lebih besar lagi. Sistem yang digunakan untuk menentukan harga yaitu pada penimbangan hasil panen. Biasanya pengepul menimbang ayam dengan jumlah tertentu kemudian ditentukan harganya. Semakin seragam ayam kita maka semakin tinggi harga yang akan didapat. Biasanya perbedaan berat badan menjadi penentu keberhasilan panen. Banyak juga peternak mengeluhkan dan menangani masalah berat badan tidak seragam ini.

E. Pengepul Genduri
Pengepul ayam genduri untuk daerah kami menyebutnya demikian karena ayam untuk "Slametan" yaitu upacara adat seperti untuk hajatan. Biasanya pengepul ini menampung pasangan pejantan dan betina. Yaitu bobot rata-rata 1 kg betina (minimal) serta pejantan 1,5 kg (minimal). Di tingkat pengepul genduri ayam kampung sepasang bisa dihargai Rp. 150.000,- hingga Rp. 200.000,- tergantung besar kecilnya ayam.

F. Ibu Rumah Tangga
Untuk konsumsi rumah tangga biasanya mereka tidak menginginkan ayam utuh. Mereka biasanya meminta paha, dada, ataupun kepala ayam serta kaki terpisah. Dengan berdasarkan keinginan tersebut biasanya ayam yang dipakai adalah 1 kg baik pejantan maupun betina.

2. Telur ayam kampung
Untuk telur memang tidak seribet urusan daging ayam kampung. Namun ada beberapa konsumen menerapkan sistem kuantitas atau kualitas masing-masing. Seperti untuk jamu menerapkan sistem kiloan, dengan butiran telur lebih kecil. Dengan asumsi mendapatkan jumlah telur lebih banyak. Sementara untuk konsumen seperti kue menginginkan telur dengan butiran besar dengan alasan roti lebih mengembang. Serta banyak lagi keinginan telur ayam kampung asli siap jual ini.

3. Umur
Kami rasa belum ada konsumen dengan minat menginginkan ayam atau telur dengan umur tertentu. Kalaupun ada mungkin karena ingin diternakkan kembali oleh pembeli tersebut. Untuk mengetahui umur ayam siap panen, berikut kriteria ayam siap menghasilkan ternak berkualitas.
a. Umur untuk mencapai bobot 1 kg biasanya membutuhkan waktu paling cepat 3 bulan. Ada ayam kampung asli dengan waktu 2,5 bulan bisa mencapai berat seperti di atas. Dengan catatan menggunakan bibit unggul berkualitas seperti ayam kampung KUB dari Balitnak (Balai Penelitian Ternak Bogor)
b. Umur waktu tercepat ayam kampung asli bertelur yakni 20 minggu yaitu rata-rata dengan umur 5 bulanan. Tentu pula jika pemeliharaan sudah terprogram dan termanajemen dengan baik.

4. Tips
Kami rasa anda telah paham tentang beberapa kriteria ayam siap panen seperti uraian di atas. Jadi pastikan untuk segmentasi pasar terlebih dahulu untuk lebih detailnya tentang kebutuhan akan ayam kampung asli ini. Seperti kita tahu bahwa ayam kampung bukan alasan ayam kampung asli tidak laku di pasaran melainkan kita tidak tahu dengan cermat apa saja yang harus kita sajikan kepada konsumen. Jangan sampai salah langkah untuk memilih sektor peternakan. Penataan peternakan dimulai dari segmentasi pasar tersebut. Itulah tips dari kami semoga bermanfaat. Salam sukses ya!

diperbarui 22 Februari 2014
Selengkapnya ...

Saturday, March 2, 2013

Alasan Ayam Kampung Tidak Laku Di Pasaran

Tujuan :
Tips perbaikan manajemen penjualan serta riset pasar akan ternak ayam kampung
Ternakayamkampung.com - Sahabat sebenarnya bukan alasan ayam kampungnya yang tidak laku di pasaran melainkan hasil panen tidak sesuai harapan. Ini terjadi pada pelaku usaha baru atau belajar ternak ayam kampung pemula seperti kami. Panen diharapkan berjalan lancar sesuai waktu namun tidak tercapai pada saat panen belum mendapati kesesuaian harga. Baik itu kesepakatan harga maupun siapa pembelinya. Untuk mengatasi atau sekedar renungan kami ingin mengulas alasan ayam kampung tidak laku di pasaran tersebut.

Alur atau Cara Ternak Tidak Baik

Artinya setiap proses produksi hingga pemasaran menentukan kelangsungan usaha ternak ayam kampung ini. Mengingat usaha ayam adalah proyek jangka menengah yaitu minimal 3 bulan untuk pedaging dan 6 bulan untuk petelur. Jadi pastikan anda menerapkan tata cara ternak bukan hanya tata cara pemeliharaan saja. Artinya terapkan cara manajemen terbaik mulai dari sebelum ternak, pengadaan DOC hingga panen serta evaluasi kapan hasil panen. Jika semua berjalan bersama-sama secara berkesinambungan maka dengan peribahasa "sambil menyelam minum air" maka budidaya ayam akan berjalan cepat, efektif, kontinyu dan berjalan terus menerus. Silahkan baca cara ternak ayam kampung asli mulai dari awal hingga akhir untuk alur ternak terbaik.

Hasil Produk Kurang Optimal

Ada beberapa alasan hasil produk belum optimal yaitu :
1. Ayam kurus
Alasannya adalah manajemen ternak tidak dilakukan dengan baik terutama pakan dengan alasan tidak ingin pengeluaran tinggi. Pemilihan bibit tidak seragam, serta kesalahan pemberian pakan. Coba-coba juga akan mengakibatkan ayam tidak optimal. Akibatnya para pembeli seperti pembeli tidak menghargai ayam dengan harga layak.
2. Ayam sakit
Alasan ayam sakit juga menentukan tidak lakunya produk ternak kita. Jikalaupun laku maka akan dihargai murah. Jadi pastikan kondisi baik sebelum diserahkan ke pembeli dengan cara pensortiran. Ayam 99% sehat sementara terdapat 1 ayam sakit dapat menurunkan harga semua hasil panen.
3. Jumlah sedikit
Jumlah menentukan harga dan untungnya panen. Jika kita menjual dengan jumlah tidak mencapai 50 ekor sekali panen maka akibatnya hanya sebatas penambahan pengepul. Dengan begitu kita dipermainkan pengepul. Pastikan jumlah memadai untuk panen serta dengan tujuan angka keungtungan lebih besar.
4. Tidak di Sortir
Seperti ulasan di atas bahwa setiap peternakan tidak menjamin 100% semua ternaknya bagus. Dengan genetik beraneka ragam dari nenek moyang ayam kampung itu sendiri. Bayangkan saja bila ayam broiler dengan ras tertentu saja bisa beraneka ragam kualitas apa lagi ayam kampung dengan berbagai keunggulan juga. Pensortiran harus dilakukan agar terciptanya produk terbaik dan unggul hasil seleksi ini.
5. Produk Baru
Banyak orang tidak mengerti, tidak yakin, atau bahkan bingung dengan jenis-jenis ayam terutama ayam jawa saja. Misalkan ayam kedu, atau ayam sentul dan lain sebagainya. Dengan alasan bahwa orang akan beranggapan jika tidak melihat langsung akan berbeda tafsir. Belum lagi jenis ayam kampung juga beragam dengan berbagai minat pembeli jenis tertentu atau menyukai jenis tertentu. Tentu dengan produk baru kita akan sulit juga pemasaran jika tidak dapat meyakinkan pembeli. Produk baru dalam poin ini berarti belum banyak orang berternak ayam kampung sehingga banyak pelaku bisnis distributor ayam tidak begitu minat dengan ayam kampung dan kalah pamor atau populer dengan ayam broiler. Namun itu semua terhapus dengan semakin besarnya minat peternak dan pembeli yang menghubungi kami lewat kontak serta semakin banyak penjualan online. Jadi kami tidak lagi mengatakan bahwa ayam kampung bukan produk baru melainkan populer dan kami yakin mampu menggeser popularitas ayam broiler di masa mendatang.

Kurangnya Riset Pasar

Saat kami membuka blog ini dan hingga sekarang masih saja ada keluhan tentang pemasaran hasil ternak. Ini menandakan peternak tidak memiliki riset pasar cukup serta bertahap. Akibatnya pada saat panen tiba hanya menjual kepada pengepul kecil di pasar tradisional (bukan masyarakat) dengan kebutuhan daging dan telur terbanyak atau terbesar. Kurangnya riset pasar atau pencarian keinginan terbanyak masyarakat dapat menjadikan peternak sebagai 'kambing hitam' dengan alasan harga ayam sedang jatuh. Bagaimana mungkin harga jatuh sementara kebutuhan ayam selalu tinggi? Statistik data kebutuhan daging masyarakat Indonesia sudah tertera jelas bahwa ada peningkatan sekitar 16% dari total kebutuhan tahun lalu sebesar 11% untuk awal tahun 2013 saja (Deptan). Banyak masyarakat beralih dari daging sapi dengan harga mahal ke daging ayam terutama ayam kampung. Jadi riset pasar berarti mencari siapa dari produk ternak dapat dipasarkan dan mampu menampung dengan harga layak. Tujuan riset pasar sebenarnya adalah mengetahui jenis produk ternak apa yang paling banyak dicari dan siapa saja pengepul besar mampu menampung produk tersebut dengan harga standar.

Tidak Ada Target Penjualan

Sudah sering kami menulis bahwa kesalahan besar jika seorang peternak tidak mempunyai target pasar atau target penjualan produk. Saat ayam sudah menginjak waktu panen (usia 3-4 bulan) untuk penghasil daging atau karkas (ayam kampung asli) maka kebutuhan pakan akan semakin besar dan mahal. Memang benar ayam akan lebih mahal jika dipelihara lebih lama, namun jika kita berpedoman pada kontinyu atau sifat ternak berjalan terus dan memperbarui dari DOC lagi maka kita akan mengeluarkan modal lagi sebelum koloni sebelumnya terjual. Jadi pastikan kemana produk ternak kita dipasarkan.

Tidak Berwawasan Luas

Seperti sudah kami singgung pada riset pasar bahwa kebutuhan daging dan telur seperti ayam jawa asli masih besar perlu adanya wawasan khusus untuk mengetahui perkembangan pasar tentang daya beli, minat, dan nominal produk. Dengan anda selalu bertanya ke sesama penjual, sesama peternak dan sesama pecinta ayam kampung asli, jalan anda memasarkan produk akan semakin besar.

Tips

Sekali lagi kami tekankan bahwa setiap peternak mempunyai segmen atau tempat pemasaran sendiri-sendiri. Ini dikarenakan setiap peternakan dan peternak sudah memiliki ciri khasnya masing-masing. Untuk tips dari kami juga untuk pribadi penulis bahwa pasar kita tentukan sendiri baik itu skala kecil atau skala besar. Asal manajemen dan tata cara budidaya ayam kampung asli terstuktur, terjalin dan terprogram dengan baik. Saya berani jamin jika kebutuhan daging dan telur di daerah masing-masing selalu kekurangan stok. Jadi pastikan untuk mencari pembeli baru untuk pemasaran atau kita lebih aktif mencari dengan "blusukkan" (bahasa jawa) ke pasar, produsen jamu, minimarket, perumahan, resto, maupun tempat-tempat lain dengan kebutuhan ayam kampung asli terbesar dan terbanyak. Ini ceritaku, mana ceritamu? Salam sukses ya!
Selengkapnya ...
 
Copyright © 2010-2014 Ternak Ayam Kampung • All Rights Reserved.
Template Design by BTDesigner • Powered by Blogger
back to top