Tuesday, October 15, 2013

SOP (Standar Operasional Prosedur) Peternakan Ayam Kampung

SOP (Standar Operasional Prosedur) peternakan ayam kampung ditentukan oleh pemerintah dengan tujuan meningkatkan kualitas dan kapasitas hasil ternak. Standar operasional dalam menjalankan usaha ini dikeluarkan oleh pemerintah melalui permentan atau peraturan menteri pertanian. Adapun SOP resmi dari pemerintah untuk budidaya ayam kampung yang terpenting adalah sebagai berikut :

Peraturan menteri pertanian No. 49/Permentan/OT.140/10/2006 tentang
Pedoman Pembibitan Ayam Lokal yang Baik (Good Native Chicken Breeding Practice)

Peraturan Menteri Pertanian Nomor 50/Permentan/OT.140/10/2006 tentang
Pedoman Pemeliharaan Unggas di Pemukiman

Masih banyak peraturan menteri pertanian maupun undang-undang yang dikeluarkan dalam menjalankan usaha ini. Seperti berikut :

1. Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1967 tentang
Ketentuan-ketentuan Pokok Peternakan dan Kesehatan Hewan (Lembaran Negara Tahun 1967 Nomor 10, Tambahan Lembaran Negara Nomor 2824);

2. Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1984 tentang
Wabah Penyakit Menular (Lembaran Negara Tahun 1984 Nomor 20, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3273);

3. Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1996 tentang
Pangan (Lembaran Negara Tahun 1996, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3656);

4. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang
Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara 465 Nomor 4437), juncto Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2005 tentang Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2005 tentang
Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah Menjadi
Undang-Undang (Lembaran Negara Tahun 2005 Nomor 108, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4548);

5. Peraturan Pemerintah Nomor 15 Tahun 1977 tentang
Penolakan, Pencegahan, Pemberantasan dan Pengobatan Penyakit Hewan (Lembaran Negara Tahun 1977 Nomor 20, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3101);

6. Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1977 tentang
Usaha Peternakan (Lembaran Negara Tahun 1977 Nomor 21, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3102);

7. Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 1983 tentang
Kesehatan Masyarakat Veteriner (Lembaran Negara Tahun 1983 Nomor 28, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3253);

8. Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 1992 tentang
Obat Hewan (Lembaran Negara Tahun 1992 Nomor 129, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3509);

9. Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2004 tentang
Keamanan, Mutu, Gizi Pangan (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 107, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4424);

10. Peraturan Menteri Pertanian Nomor 420/Kpts/OT.210/7/2001 tentang
Pedoman Budidaya Ternak Ayam Buras Yang Baik (Good Farming Practice);

11. Peraturan Menteri Pertanian Nomor 424/Kpts/OT.210/7/2001 tentang
Pedoman Budidaya Ternak Ayam Pedaging Yang Baik (Good Farming Practice);

12. Peraturan Menteri Pertanian Nomor 425/Kpts/OT.210/7/2001 tentang
Pedoman Budidaya Ternak Ayam Petelur Yang Baik (Good Farmin Practice);

13. Peraturan Menteri Pertanian Nomor 238/Kpts/PD.430/6/2005 tentang
Pedoman Penetasan Ayam Ras Yang Baik;

14. Peraturan Menteri Pertanian Nomor 299/Kpts/OT.240/7/2005 tentang
Organisasi dan Tata Kerja Departemen Pertanian, juncto Peraturan Menteri Pertanian Nomor 11/Permentan/OT.240/2/2007;

15. Peraturan Menteri Pertanian Nomor 36/Permentan/OT.140/8/2006 tentang
Sistem Pembibitan Ternak Nasional;

16. Peraturan Menteri Pertanian Nomor 49/Permentan/OT.140/10/2006 tentang
Pedoman Ayam Lokal Yang Baik;

17. Peraturan Menteri Pertanian Nomor 50/Permentan/OT.140/10/2006 tentang
Pedoman Pemeliharaan Unggas di Pemukiman

Itulah beberapa standar opreasional prosedur yang mesti kita patuhi sebagai pelaku usaha peternakan. Untuk kedepannya agar menjadikan periksa bagi kita semua.

*) Peraturan pemerintah di atas dapat dijadikan pedoman dalam melakukan standarisasi produk, pemasaran, hingga pedoman operasional selama pemeliharaan.

Selengkapnya ...

Tuesday, July 30, 2013

Masalah Kutil Pada Paruh DOC

kutil DOC
Berbicara dengan teman-teman di facebook page sangat mengasyikkan. Selain bisa berbagi serta mengetahui info terbaru dan mengulas berbagai masalah yang dialamai para peternak pemula seperti saya. Dalam facebook page tersebut rekan peternak ayam kampung bertanya tentang masalah DOC yang baru dihadapi. Yaitu masalah kutil pada hidung atau sekitar paruh DOC ayam kampung. Dan berikut masalah kutil hidung pada DOC.
kutil pada DOC ayam kampung
Dari percakapan tersebut kami ingin mengulas masalah tersebut pada artikel ini. Memang masalah DOC sering muncul dari pada ayam dewasa. Pada pre starter DOC sering sekali kita menemukan masalah-masalah kecil. Namun masalah kecil tersebut pada usia muda akan berakibat buruk pada pertumbuhannya. DOC anda pernah mengalami masalah kutil ini juga? Mari kita telusuri penyebabnya. 

1.Tanda-tanda
Pada awalnya paruh ayam sekitar hidung atau pangkal paruh akan terlihat berdarah atau kemerah-merahan. Jika dibiarkan atau berlanjut akan mengeluarkan darah. Darah ini kemudian membeku dan membentuk gumpalan kasar di area paruh bagian tengah pada pangkalnya. Terlihat seperti kutil atau bisul pada paruh ayam (lihat gambar 1)

2. Penyebab.
a. Penyakit
Jika dari tanda-tanda tersebut merupakan penyebab dari penyakit, maka sebabnya adalah parasit pada ayam. Parasit ini sering terjadi 1 atau 2 tahun sekali dalam semusim. Anak ayam yang diumbar atau dibesarkan induknya rata-rata 70% ke atas anak ayam mengalami hal serupa. Biasanya adalah pengaruh cuaca dan virus parasit. Penyakit ini tidak berbahaya dan akan hilang dalam usia 2 bulan. Penyakit ini jarang sekali menyerang ayam dewasa atau induk. Bisa dikatakan ayam usia lebih dari 3 bulan jarang sekali terkena.
b. Kandang
Jika masalah ini terjadi pada sebagian kecil anak ayam, misal dari 100 koloni hanya menyerang 10 ekor maka penyebabnya adalah masalah kandang. Apakah kandang DOC anda memakai strimin di setiap sisinya? Jika iya, itulah masalahnya. Pengalaman kami adalah ayam mengejar nyamuk atau benda/makhluk terbang dan ingin mematuknya, sehingga paruh ayam akan 'nyangkut' di setiap lubang strimin. Setelah pendarahan biasanya terjadi gumpalan seperti kutil pada paruhnya. 

Bisa juga karena kandang terlau banyak kawat berkarat, kayu yang kurang halus, paku, bambu yang belum diraut dll dapat menyebabkan masalah ini.

3. Mengobati
Untuk pengobatan karena masalah ini saya rasa tidak begitu besar maka hanya saya biarkan begitu saja. Namun jika ingin diobati adalah memakai obat alami pun dapat dilakukan seperti menggunakan batang daun iodium, atau menggunakan obat merah.

4. Pencegahan/Tips
Setelah kami mengalami kejadian seperti masalah kutil di atas kami tidak lagi menggunakan strimin sebagai kandang DOC. Sebagai gantinya kami menggunakan benda atau sekat tertutup seperti kardus, triplex, plastik dll yang tidak ada lubang di area dinding kandang DOC. 

Seperti itulah pengalaman kami menangani masalah kutil pada DOC ayam kampung. Jika ada pertanyaan masalah ini mohon komentar atau kunjungi facebook page kami untuk respon langsung. Akhir kata sukses peternak ayam kampung Indonesia!

Selengkapnya ...

Sunday, April 14, 2013

Bagian-bagian Daging Ayam (Inggris)

Ternakayamkampung.com - Saat berkunjung di salah satu restoran western tempat kami melakukan kunjungan, sungguh menjadi hal yang asing bagi saya (penulis). Hal ini disebabkan karena manajemen resto tersebut menerapkan dan menuliskan bahasa inggris dalam menuliskan bagian-bagian ayam yang sudah dikemas. Memang untuk peternak saya sudah terbiasa menghadapi bagian-bagian tubuh ayam namun karena dalam sebutan asing jadi agak ribet dan kurang paham. Apa mungkin karena saya katrok jadi tidak tahu bahasa mereka.

 Nah, dari beberapa artikel saya menyempatkan diri membaca dan menuliskan di sini untuk sekedar membuat pedoman jika penamaan bagian daging dalam bahasa inggris pula. Dengan tujuan dapat dinikmati orang bule :D. Maklum saja bahwa ayam kampung kami adalah asli ayam jawa dan ternyata sampai juga di telinga mereka. Berikut ini bagian-bagian daging atau tubuh ayam dengan istilah asing sesuai sumber dari Tomfrydaysmarket :

1. Whole Chikcen (Ayam Utuh)
 Meliputi semua bagian tubuh ayam tanpa terkecuali. Hanya saja untuk ayam kampung termasuk leher, kepala, hingga ceker ikut dikemas.

2. Halves (Separuh Bagian)
Ayam dipotong menjadi setengah bagian mulai dari pundak atas hingga ekor menjadi 2 (simetris)

3. Breast Quarters (Separuh Dada dan sayap)
Potongan seperempat termasuk dada dan sayap

4. Split Breast (Dada Terpisah)
Seperempat dada dengan sayap dipotong

5. Split Breast Without Back (Dada Terpisah Tanpa Punggung)
Seperempat dada dengan sayap dipotong, ditambah dengan bagian punggung dipotong pula

6. Bonneles, Skinless Breast (Dada Ayam Tanpa Kulit dan Tulang)
Ayam pada bagian dada dengan tanpa kulit serta tulang dada dihilangkan

7. 8-Piece (8 Potong bagian)
Ayam dipotong menjadi 8 bagian yaitu 2 dada, 2 sayap, 2 paha dan 2 punggung.

8. Whole Chicken Wing (Sayap Utuh Ayam)
Semua bagian sayap mulai dari pangkal sayap hingga ujung sayap.

9. Wing Drummettes (Pangkal Sayap)
 Ini bukan paha melainkan bagian bahu dan siku dari sayap tersebut.

10. Wing Mid Section With Tip (Tengah dan Ujung Sayap)
 2 Potong sayap tengah dan ujung sayap

11. Wing Mid Section (Tengah Sayap)
Hanya bagian sayap tengah saja.

12. Whole Chicken Leg (Paha dan Bagian Atas)
 Seluruh bagian paha dan bagian atas

13. Boneless, Chicken Leg (Paha Tanpa Tulang)
Paha tanpa kulit dan tulang yang sudah dihilangkan.

14. Thigh (Ujung Ekor)
Hanya bagian ujung ekor saja

15. Boneless, Skinless Thigh (Ekor Tanpa Tulang)
Bagian ujung ekor yang sudah dihilangkan kulit dan tulangnya

16. Drummstick (Paha)
Hanya bagian paha saja

17. Giblets (Jerohan)
Beberapa jerohan seperti ampla, jantung, hati dan leher dikemas menjadi 1 kemasan.

Dari beberapa bagian tubuh ayam di atas adalah untuk ayam boiler. Sementara selera orang akan berbeda-beda menurut bagian-bagian tertentu pula. Untung saja manajemen tetap memperhatikan budaya Indonesia bahwa sebaiknya penjualan ayam kampung asli dilakukan dengan sistem ayam utuh. Dengan begitu peternak tidak kerepotan dalam menjual bagian-bagian tubuh yang lain.

Yang saya heran untuk data di atas adalah tidak menyertakan kepala, usus, serta cakar ayam. Entah orang sana tidak menyukai atau bagaimana yang jelas aturan orang bule seperti itu. Tapi setelah mereka mencoba beberapa bagian tubuh lain, mereka berkata : Actually, I don't like it. But, why at here good? :D. Dengan bangga saya bilang, Ini Ayam Kampung Asli Boy, Kemana saja sih loe? kemudian ia menjawab. What the meaning is "Loe"?

Dan kita pun tertawa bersama sembari menikmati ayam kampung bakar. Sekian

NB : Tulisan ini bertujuan untuk sekedar pengalaman bagi penulis agar mampu memberikan label pada produk yang kami kemas. Tidak ada maksud tujuan lain terutama khusus untuk penulis.
Selengkapnya ...

Wednesday, April 3, 2013

Tips Penjualan Hutang Piutang

Sahabat ternak bila kita berencana menjual ternak kita tentu dihadapkan pada adat jawa hutang piutang. Tidak dipungkiri bahwa sistem penjualan hutang piutang sering terjadi dalam penjualan ayam kampung. Untuk itu berikut pengalaman kami dalam hutang piutang penjualan ayam kampung dalam manajemen ternak ayam kampung.

Sesuai pengalaman kami dalam mengelola ataupun dalam penjualan ayam baik itu tingkat pengepul di kampung maupun kelas restoran maka hutang piutang sering kali terjadi dan tidak bisa kita mengelak karena merekalah rajanya. Hutang berarti kita mempunyai tanggungan pelunasan biaya sedangkan piutang adalah tanggungan konsumen yang harus dibayarkan.

Alasan
Jika anda sudah pernah menjual ayam kampung ataupun produk lain, pasti akan mengalami hal ini. Piutang usaha sering terjadi pada konsumen dengan menerapkan pembayaran sistem 'kolektif'. Artinya membayar pada akhir minggu, akhir bulan, ataupun jika produk laku dipasaran. Jika anda ragu dengan masalah hasil ternak tidak laku di pasaran, coba baca artikel kami di alasan ayam kampung tidak laku di pasaran. Sistem kolektif ini diterapkan oleh sebagian restoran, hotel, dan para pengepul besar. Sehingga mereka membayar kita pada akhir pekan, bulan dll. Sistem kolektif ini juga sering terjadi pada pengepul karena sudah lama dan akrab dengan kita (langganan), ataupun karena konsumen kita adalah teman baik kita sendiri sering mengubah penjualannya dengan sistem ini.

Akibat
Hutang piutang sering menjadi boomerang bagi peternak seperti saya karena diharapkan saat penjualan akan segera memetik hasilnya namun dikarenakan sesuatu hal pembayaran hasil ternak tidak terjadi pada hari itu juga atau pembayaran mundur. Sementara di saat bersamaan kita harus memperbarui produk ternak kita. Bila kita tidak memanajemen hal ini maka akan berakibat pada :
1. Suntikan Modal baru untuk usaha
2. Menghambat siklus ternak
3. Pencatatan Hutang Piutang dan lain-lain

Tips
Adapun yang harus kita lakukan dalam kaitan penjualan hutang piutang ini menurut Idha Susanty (Pemilik "Reklame 76" Adverising Agency Kalimantan Timur) adalah :
1. Pencatatan piutang usaha
2. Bekerjasama dengan bank dan jasa
3. Tentukan batas penagihan jelas kapan waktu pembayaran
4. Jalinlah kepercayaan masing-masing antara produsen (peternak) dengan distributor atau konsumen
5. Sediakan modal sampingan atau modal ke-2 jika pembayaran terjadi akibat kemunduran waktu
6. Pastikan penyetoran hasil ternak telah selesai pembayaran sebelumnya

Melihat dari tips tersebut saya yakin untuk menekuni bisnis ini akan berjalan kontinyu dan berkelanjutan. Inilah yang sering dihadapi para peternak dalam usaha ini. Semoga tips ringan ini menjadi pedoman khususnya bagi penulis yang masih tahap belajar beternak ayam. Salam sukses peternak Indonesia! 
Selengkapnya ...

Thursday, March 14, 2013

Kriteria Ayam Kampung Asli Siap Jual

Ternakayamkampung.com - Musim penghujan masih belum berlalu namun permintaan daging ayam pun terus berdatangan. Seperti masa suram peternak biasanya di bulan Februari - April adalah masa sulit dalam penjualan. Dikarenakan sepinya pasokan daging dari peternak serta kebutuhan daging untuk bulan tersebut mengalami penurunan. Entah pengaruh musim penghujan mengakibatkan panen ternak mengalami kegagalan tinggi atau para peternak menerapkan strategi penjualan dengan menjual pada bulan Mei-Juli (masa liburan sekolah) atau karena sebab tertentu.Untuk itu kami ingin mengulas kategori ayam kampung asli siap panen siap jual atau siap dipasarkan.

1. Ayam Kampung Siap Panen
Banyak diantara member di facebook page kami bertanya "Bagaimana kriteria ayam siap jual?" rupanya banyak diantara peternak pelaku peluang usaha ternak ayam kampung pemula (sepeti saya) belum mengetahui dengan pasti ukuran ayam kampung untuk diambil dagingnya. Untuk itu berikut kriteria terbanyak dari peminat ayam kampung asli berdasarkan segmentasi pasar kami :
A. Restourant
Ukuran mulai 700 gr atau 7 ons (kondisi hidup). Biasanya setelah dipotong ayam akan mengalami penurunan berat karena diambil bulu serta dibersihkan bagian-bagian dalam seperti usus, ampla, dan bagian-bagian lain sehingga menjadi 0,5 kg utuh.

Ukuran 2 1200 gr atau 1,2 kg (kondisi hidup). Biasanya setelah dipotong ayam akan susut pula dengan pengurangan sekitar 200 gr atau 2 ons sehingga menjadi 1 kg utuh.

Kelas restourant biasanya lebih selektif dalam menerima hasil panen. Jadi biasanya para chef atau pihak manajemen meminta ukuran tepat serta seragam.

B. Hotel/Hostel
Melihat sangat beragamnya keinginan konsumen mulai dari lokal maupun internasional, rata2 menu yang dijasikan beragam. Tak terkecuali hotel yang menggunakan menu ayam kampung. Rata-rata menggunakan ayam dengan umur 5 bulan ke atas (dara) dengan estimasi hasil daging yaitu 1 kg (hanya daging/fillet). Untuk itu pemeliharaan berlangsung paling sedikitnya membutuhkan waktu 5-6 bulan. Konsumen kami seperti di edu hostel merupakan peminat dengan ukuran ayam seperti ini.

C. Rumah Makan
Memang kelas rumah makan tidak selalu meminta bobot serta ukuran seragam. Hanya mengandalkan utusan pemilik rumah makan untuk memilih kategori ayam siap potong. Biasanya rumah makan seperti ayam kampung goreng menerapkan sistem cakupan kedua tangan orang dewasa. Bila tidak menenuhi atau kurang biasanya tidak diambil. Namun apabila kelebihan sedikit tidak jadi masalah. Penerapan sistem cakupan tangan ini diterapkan oleh rumah makan Pak Parman. (Jl. Kaliurang km. 8.5 Yogyakarta)

D. Pengepul dan tengkulak ayam
Ukuran pengepul biasanya meminta kondisi hidup yaitu bobot antara 5 ons - 2 kg. Mereka biasanya mengumpulkan dari beberapa peternak kemudian mendistributorkan ke pedagang ayam atau pengepul lebih besar lagi. Sistem yang digunakan untuk menentukan harga yaitu pada penimbangan hasil panen. Biasanya pengepul menimbang ayam dengan jumlah tertentu kemudian ditentukan harganya. Semakin seragam ayam kita maka semakin tinggi harga yang akan didapat. Biasanya perbedaan berat badan menjadi penentu keberhasilan panen. Banyak juga peternak mengeluhkan dan menangani masalah berat badan tidak seragam ini.

E. Pengepul Genduri
Pengepul ayam genduri untuk daerah kami menyebutnya demikian karena ayam untuk "Slametan" yaitu upacara adat seperti untuk hajatan. Biasanya pengepul ini menampung pasangan pejantan dan betina. Yaitu bobot rata-rata 1 kg betina (minimal) serta pejantan 1,5 kg (minimal). Di tingkat pengepul genduri ayam kampung sepasang bisa dihargai Rp. 150.000,- hingga Rp. 200.000,- tergantung besar kecilnya ayam.

F. Ibu Rumah Tangga
Untuk konsumsi rumah tangga biasanya mereka tidak menginginkan ayam utuh. Mereka biasanya meminta paha, dada, ataupun kepala ayam serta kaki terpisah. Dengan berdasarkan keinginan tersebut biasanya ayam yang dipakai adalah 1 kg baik pejantan maupun betina.

2. Telur ayam kampung
Untuk telur memang tidak seribet urusan daging ayam kampung. Namun ada beberapa konsumen menerapkan sistem kuantitas atau kualitas masing-masing. Seperti untuk jamu menerapkan sistem kiloan, dengan butiran telur lebih kecil. Dengan asumsi mendapatkan jumlah telur lebih banyak. Sementara untuk konsumen seperti kue menginginkan telur dengan butiran besar dengan alasan roti lebih mengembang. Serta banyak lagi keinginan telur ayam kampung asli siap jual ini.

3. Umur
Kami rasa belum ada konsumen dengan minat menginginkan ayam atau telur dengan umur tertentu. Kalaupun ada mungkin karena ingin diternakkan kembali oleh pembeli tersebut. Untuk mengetahui umur ayam siap panen, berikut kriteria ayam siap menghasilkan ternak berkualitas.
a. Umur untuk mencapai bobot 1 kg biasanya membutuhkan waktu paling cepat 3 bulan. Ada ayam kampung asli dengan waktu 2,5 bulan bisa mencapai berat seperti di atas. Dengan catatan menggunakan bibit unggul berkualitas seperti ayam kampung KUB dari Balitnak (Balai Penelitian Ternak Bogor)
b. Umur waktu tercepat ayam kampung asli bertelur yakni 20 minggu yaitu rata-rata dengan umur 5 bulanan. Tentu pula jika pemeliharaan sudah terprogram dan termanajemen dengan baik.

4. Tips
Kami rasa anda telah paham tentang beberapa kriteria ayam siap panen seperti uraian di atas. Jadi pastikan untuk segmentasi pasar terlebih dahulu untuk lebih detailnya tentang kebutuhan akan ayam kampung asli ini. Seperti kita tahu bahwa ayam kampung bukan alasan ayam kampung asli tidak laku di pasaran melainkan kita tidak tahu dengan cermat apa saja yang harus kita sajikan kepada konsumen. Jangan sampai salah langkah untuk memilih sektor peternakan. Penataan peternakan dimulai dari segmentasi pasar tersebut. Itulah tips dari kami semoga bermanfaat. Salam sukses ya!

diperbarui 22 Februari 2014
Selengkapnya ...
 
Copyright © 2010-2014 Ternak Ayam Kampung • All Rights Reserved.
Template Design by BTDesigner • Powered by Blogger
back to top